sablon kaos

Mengenal Jenis Jenis Sablon Untuk Hoodie Dan T-shirts

Dunia fashion memang tidak akan ada habisnya untuk dibicarakan, ini dikarenakan fashion selalu mengalami perubahan yang sangat cepat. Salah satu jenis pakaian yang sering dipilih untuk dapat tampil casual dan simple adalah hoodie dan t-shirts. Kedua jenis pakaian tersebut biasanya digunakan masyarakat Indonesia sebagai kombinasi pada saat mereka ingin tampil dengan santai. Pada hoodie maupun t-shirts sendiri selalu dilengkapi dengan desain gambar pada permukaan kedua pakaian tersebut. Kebanyakan desain yang ada ini menggunakan teknik sablon. Sablon merupakan salah satu bentuk dari sebuah teknik printing yang biasanya digunakan untuk menempelkan desain pada baju, plastik, dan bahan lainnya. Pada sablon untuk baju sendiri ada banyak sekali jenis yang dapat dipilih sesuai dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Di bawah ini akan dijelaskan jenis jenis sablon dengan kelebihan dan kekurangan serta teksturenya.

Penjelasan Tentang Jenis Jenis Sablon Untuk T-shirts Dan Hoodie

Seperti yang diketahui bahwa desain sebuah t-shirts dan juga hoodie selalu menggunakan teknik sablon. Sablon sendiri memiliki banyak sekali jenis yang harus diketahui, karena pada setiap jenis bahan sablon mempunyai kekurangan dan kelebihan sendiri-sendiri. Di bawah ini adalah penjelasan tentang jenis jenis sablon yang dibagi menjadi beberapa macam, berikut adalah jenisnya :

Sablon Plastisol

Jenis jenis sablon yang pertama adalah Plastisol. Plastisol sendiri dibagi menjadi 3 jenis lagi yaitu plastisol shimmer, standar dan raster. Bahan sablon plastisol ini adalah jenis sablon oil based atau minyak. Bahan plastisol sendiri cukup tebal dan terasa sekali unsur karetnya, di mana berbeda dengan sablon jenis rubber. Bahan
plastisol sendiri dapat dikatakan salah satu sablon yang awet dan tidak mudah mengelupas. Akan tetapi bahan ini sendiri mempunyai kekurangan pada bahannya yang tidak nyaman dengan kain yang digunakan. Bahan ini sendiri tidak boleh terkena oleh panas secara langsung, sehingga tidak boleh terkena seterika. Namun Anda dapat mengakalinya dengan cara membalik baju pada saaat diseterika. Jenis sablon plastisol sendiri lebih sering dipilih oleh masyarakat pada saat ini karena hasil desain akan lebih terlihat nyata dan jelas. Jenis finishing dari sablon ini sendiri juga sangat beragam yaitu lembut, permukaan kasar, mengkilap, aspal, tipis, warna emas dan warna perak/silver.

Sablon High Density

Jenis jenis sablon selanjutnya adalah sablon high density. Sablon ini sendiri biasanya akan memberikan sebuah efek 3D pada desain kaos. Permukaan karet pada bahan ini akan terasa timbul pada saat disentuh dan juga sangat kuat. Sablon ini sendiri tinta pertamanya menggunakan transprant ink atau Straight up gloss lalu ditambahan dengan bahan polistel dengan warna yang diinginkan. Jenis sablon ini sendiri biasanya digunakan untuk desain pada topi dan untuk kaos sendiri lebih bagus jika desainnya adalah typography.

Baca Juga : Sablon Kaos Satuan

Sablon Rubber

Sablon selanjutnya yang terkenal adalah sablon rubber. Sablon ini sering sekali digunakan untuk berbagai jenis desain pada kaos. Sablon rubber ini dikenal mempunyai karateristik yang sangat lembut dan dapat menutupi serat baju dengan sangat baik.

Sablon Superwhite

Jenis jenis sablon selanjutnya adalah Superwhite. Superwhite ini kebalikan dari sablon high density yang mempunyai water based. Karakter dari jenis sablon ini adalah menyerap ke dalam serat kain, sehingga pada saat disentuh sablon sama sekali tidak terasa sama sekali. Kelebihan dari kain untuk sablon ini sendiri adalah terasa ringan dan juga sangat dingin pada saat digunakan. Tidak hanya itu saja, sablon jenis superwhite ini sendiri akan aman terkena panas langsung, sehingga tidak akan rusak pada saat diseterika. Jika kaos yang menggunakan sablon ini dicuci terus menerus akan menimbulkan efek vintage pada kaos. Hal ini sendiri dikarenakan pada sablon Superwhite tidak memiliki warna yang cerah seperti palistol.

Sablon Discharge

Sablon discharge sendiri mempunyai dasar waterbased. Discharge sendiri dapat dikatakan hampir mirip dengan superwhite, di mana pada sablon ini sendiri sering kali dibilang “sablon cabut warna”. Hal ini sendiri dikarenakan pada sablon discharge akan membakar warna dasar kaos dan akan mengganti warnanya. Perbedaan antara sablon discharge dan superwhite adalah dari bagian finishing dan juga campurannya. Pada sablon discharge ini menambahkan bahan odorless atau discharge agent sebanyak 6% hingga 8%. Pada sablon ini sendiri proses finishing dilakukan pada saat sablon masih basah dan dikeringkan dengan menggunakan heetgun atau mesin press. Akan tetapi untuk hasil yang memuaskan, sebaiknya mengeringkan sablon dengan menggunakan mesin press.

Sablon Pigment

Jenis jenis sablon selanjutnya adalah sablon pigment yang sedikit mirip dengan sablon superwhite. Akan tetapi sablon ini masih dapat terasa bahannya apabila disentuh, selain itu sablon ini sendiri mempunyai karakter yang kaku dan tidak selentur bahan superwhite. Sablon pigment ini pada saat digunakan akan meninggalkan kerak pada kain, namun kerak tidak akan hilang walupun sudah dicuci berkali-kali. Sablon pigment ini sendiri sudah sangat jarang untuk ditemukan karena masyarakat lebih memilih sablon superwhite yang mempunyai kualitas yang lebih baik.

Sablon Glow In The Dark

Jenis untuk sablon yang selanjutnya adalah Glow In The Dark atau biasa disingkat menjadi GITD. Sablon ini sendiri akan memberikan efek menyala dalam gelap dan sangat populer karena hasilnya akan menjadi sangat keren. Sablon ini sendiri berbeda dengan glow stick, di mana glow stick phospore yang digunakan berbahan cair sedanga GITD menggunakan phospore padat. Kaos dengan GITD sendiri hanya bertahan kurang lebih 3 menit, akan tetapi Anda tidak perlu khawatir karena untuk dapat membuat kaos dapat menyala dalam gelap cukup dekatkan kaos ke lampu. Sablon GITD ini sendiri biasanya menggunakan bahan sablon palistol atau rubber.

Sablon Flocking

Jenis jenis sablon yang selanjutnya adalah jenis flocking yang mempunyai karakter seperti kain beludru, di mana jika menyentuh sablon ini sendiri akan terasa sangat lembut pada flocknya. Proses finishing sablon jenis ini sendiri ada pada bagian finishingnya, di mana kertas flocking akan ditempelkan pada saat proses pemanasan yang didiamkan beberapa saat. Setelah dingin kertas floking dapat dilepaskan secara perlahan. Proses pencabutan kertas flocking sendiri dapat dilakukan pada saat proses penyetrikan yang akan memudahkan pencabutan dan juga dapat mengurangi serat kapas yang menempel pada kain. Material flocking sendiri berbentuk sebuah bubuk atau serbuk yang ditempelkan pada kertas.

Sablon Foil

Jenis jenis sablon yang selanjutnya adalah Foil. Sablon foil ini sendiri sangat mirip dengan flocking, di mana yang membedakannya adalah elemen yang digunakan. Pada foil sendiri partikelnya akan ditempelkan pada plastik dan selanjutnya akan dipress atau dipanaskan. Saat proses ini sendiri diatas plastik foil dilapisi sebuah kertas. Hal ini sendiri dilakukan agar mencegah plastik mengerut pada saat dipanaskan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.